RSS

Pages

Bustomi Jelaskan Kartu Kuning Lawan Filipina


VIVAnews - Ahmad Bustomi mendapatkan kartu kuning dalam laga semifinal 2 Indonesia melawan Filipina di Piala AFF 2010. Kartu kuning itu mengancam peluangnya tampil di final 2.

"Saya terpancing emosi saja saat itu. Saya tidak suka melihat rekan setim, Muhamad Nasuha diperlakukan seperti itu. Terlebih, dia anaknya pendiam. Dia jatuh (dilanggar) lalu diprovokasi. Langsung saja aku tabrak dia. Terus aku
yang kena kartu kuning," kata Bustomi dalam acara ramah tamah Timnas Indonesia dengan Keluarga Bakrie di Menteng, Jakarta, Senin pagi, 20 Desember 2010.

Bustomi mendapatkan kartu kuning setelah bertikai dengan bek kanan Filipina, Anton del Rosario yang melanggar bek kiri Nasuha. Gelandang asal klub Arema ini akhirnya diganjar kartu kuning oleh wasit karena meladeni provokasi Rosario.

Kartu kuning itu jadi yang kedua diterima Bustomi di Piala AFF 2010. Kartu kuning itu mengancam pemain 25 tahun itu.

Ya, jika gelandang pekerja keras Tim Merah Putih ini kembali mendapatkan kartu kuning di final leg 1 melawan Malaysia, 26 Desember 2010, maka ia akan absen di leg 2 di Jakarta, 29 Desember 2010.

"Jangan sampai di final pertama mendapat kartu kuning. Ya, mainnya harus lebih hati-hati, tapi kondisi ini tidak menjadi beban," lanjut Bustomi.

Kondisi serupa nyaris dialami Bustomi di penyisihan Grup A. Ia terancam absen di semifinal setelah mendapatkan kartu kuning kedua melawan Laos.

Tapi, Bustomi diselamatkan peraturan baru AFF. Di Piala AFF 2010 ini, kartu kuning yang diraih di penyisihan grup dihapuskan.

Di Piala AFF kali ini, gol tandang juga diberlakukan seperti Liga Champions Eropa. Artinya, tim yang mencetak gol tandang dihargai dua kali atau golnya dikalikan 2.
• VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar