RSS

Pages

Bukti Baru antasari (Antasari Sedang Tangani Laporan Dugaan Kasus-Kasus Besar)

 JAKARTA, KOMPAS - Penasihat Hukum Antasari Azhar, mantan ketus komisi Pemberantasan Korupsi yang menjadi terpidana kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, mengaku memiliki bukti baru (novum) untuk disampaikan dala memori peninjauan kembali yang bakal diajukan.

" kami memang sudah persiapkan permohonan PK-nya, ada juga novum yang tidak bisa kami sampaikan sekarang." kata Maqdir Ismail, penasihat hukum Antasari Azhar, di Jakarta, Rabu (20/4), seusai sidang tindak pidana korupsi mendamoingi klien yang menjadi terdakwa dalam kasus suap cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
menurut Maqdir, bukti baru tersebut diperoleh dari pihak lain. bukti itu juga belum pernah diungkapkan dalam persidangan. " yang kami punya itu adalah novum yang belum pernah dibuka dipersidangan," ujar Maqdir. saat didesak, Maqdir menyatakan bahwa bukti baru tersebut baru akan di buka di pengadilan.
"masa saya sapaikan ke kalian, nanti saya di marahi sama hakimnya," ujar Maqdir.
terkait dengan berkas yang disita penyidik Polri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Maqdir menyebut ada sejumlah dokumen yanng di ambil dari ruangan Antasari. menurut Maqdir, salah satu dokumen diantaranya bertuliskan private confidential yang ditukjukan kepada Antasari. "saya tidak tahu isinya apa, tetapi itu semua disita dari ruangan Pak Antasari, ujar Maqdir."
Maqdir tida dapat memastikan apakah berkas tersebut terkait dengan kasus informasi teknologi Komisi Pemilihan Umum (KPU). "saya tak tahu apakah ada berkas soal IT KPU," katanya.
Dokumen lain yang disita, menurut Maqdir, adalah dokumen mengenai bntuan LikuiditasBank Indonesia dan kerjasama salah satu perusahaan swastadengan BUMN. "kami tidak tahu apakah barang - barang itu sudah dikembalikan ke KPK," lanjut Maqdir.

Kasus Besar
Andi Syamsuddin Iskandar,adik Nasruddin Zulkarnaen, di Jakarta, Rabu, mengaku telah bertemu selama tiga jam dengan Antasri Azhar di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang. saat kasus pembunuhan itu, katanya, Antasari tengah sibuk menangani laporan dugaan terkait kasus-kasus korupsi besar, tiba-tiba dihadapi kasus ini. "kata Andi Seraya menyatakan, Antasari bersumpah tidak penah mengancam Nasrudin.
Andi meminta kepada Antasari untuk membongkar kasus pembunuhan itu bersama aparat penegak hukum. "saya mengatakan, pada suatu nanti anda harus membuka kepada publik, siapa-siapa yang berkepentingan dan membunuh saudara saya," katanya.
Andi juga mempertanyakan, mengaa dukungan masyarakat terhadap pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang mengalami kasus hukum, begitu kuat. di sisi lain, dukungan publik terhadap Antasari yang mengalami dugaan rekayasa kasus justru melemah.
Maqdir Ismail juga mengakui, Antasari pernah bercerita pada 2009,saat kasus pembunuhan itu terjadi. Antasari memang menerima dan menangani berbagai laporan dugaan kasus korupsi
salah satunya, lanjut Madir, adalah pengadaan alat informasi dan teknologi. namun, menurut Maqdir, Antasari tidak menyebutkan dugaan kasus korupsi IT tersebut terjadi di lembaga apa.
sejumlah lembaga swadaya masyarakat memang pernah melaporkan Komisi Pemilihan Umum ke KPK terkait dengan temuan dugaan korupsi dalam pengadaan logistik, terutama teknologi informasi, kotak suara, surat suara, formulir dan tinta.